“Saat ini kami sedang melakukan persiapan-persiapan, menindaklanjuti kunjungan Pak Kapolsek bersama jajarannya yang mengintruksikan agar kami bentuk tim dalam kepengurusan Kampung Tangguh ini,” kata Jauhar kepada Korankaltim.com, Rabu (5/8/2020).
Ia mengungkapkan, salah satu syarat pencanangan Kampung Tangguh ialah memiliki fasilitas yang lengkap dalam pelayanan kepada masyarakat, baik itu bidang kesehatan, pangan dan keamanan. “Dari tiga bidang ini, semua tempat pelayanannya harus dipersiapkan. Alhamdulillah kami persiapkan, dan mungkin besok atau lusa pak Kapolres akan melihat langsung ke lapangan terkait persiapan ini,” ungkapnya.
Ia menegaskan, seluruh aparatur desa bersama masyarakat umum semua turun langsung kerja bersama, bahu membahu dalam upaya persiapan untuk pencanangan Kampung Tangguh ini. Inilah yang menjadi ciri khas dan kebiasaan masyarakat Desa yang terkenal dengan sebutan desa tanpa daratan ini, yang diharapkan kesolidan masyarakatnya bisa dicontoh oleh desa-desa lainnya yang ada di Kutai Kartanegara.
“Memang sudah menjadi kebiasaan kami kalau ada apa pun itu, yang sifatnya untuk kepentingan desa, semua langsung turun tangan bekerja sama. Baik dia terlibat maupun tidak terlibat dalam suatu kepengurusan. Semuanya kerja sama,” tegas Jauhar.
Sementara itu, Camat Muara Wis M Arianto mengatakan ada dua desa yang diusulkan untuk dicanangkan menjadi Kampung Tangguh, yakni Desa Sebemban dan Muara Enggelam.
“Dua desa itu sudah mengarah ke tiga kriteria yang diharapkan. Yaitu keamanan, kesehatan dan ketahanan pangan,” jelasnya. (Adv)
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdianto