Menurut Nadi, tantangan ini harus disikapi oleh pemuda Tenggarong agar mampu menumbuhkan ekonomi kewirausahaan.
"Dalam sektor ini, pemuda sebagai andalan wirausaha pemula, bertujuan untuk bisa bersaing menjadi wirausaha yang mandiri, salah satunya yang kelurahan kami lakukan bekerjasama dengan KNPI Kukar ialah melalui penganan olahan bernama Tahu Joan," katanya kepada korankaltim.com, Senin (3/8/2020).
Menurutnya, ekonomi kreatif yang digagas oleh pemuda, tentu bisa berkontribusi terhadap penciptaan lapangan pekerjaan baru.
"Salah satu keterbatasan yang dihadapi oleh pemuda adalah keterbatasan akses sumber daya manusia untuk mengembangkan atau mempertahankan aktivitas sosial mereka. Waktu dan sumber daya tersebut belum cukup mampu mengakses jalur kewirausahaan di Kukar," ungkapnya.
Nadi yang juga Ketua DPD KNPI Tenggarong ini menjelaskan, sebagai upaya untuk mengembangkan kewirausahaan pemuda adalah melalui semangat atau mental dari pemuda itu sendiri.
Kemudian adanya perhatian dari pemerintah untuk menyelenggarakan program pengembangan kewirausahaan pemuda.
"Inilah yang dimaksud sebagai simbiosis atau bergerak untuk bertahan hidup. DPK KNPI Tenggarong memulai sebagai pemula dengan usaha Joan Kripik Tahu, dilakukan semata-mata untuk generasi pemuda yang akan datang," jelasnya.
Harapan KNPI kepada pemerintah agar bisa bersinergis yaitu meningkatkan jumlah wirausahawan yang berkualitas, ikut serta dalam memajukan dan menyejahterakan masyarakat.
"Pemerintah diharapkan membudayakan semangat wirausaha di masyarakat, menumbuhkan kesadaran masyarakat akan kewirausahaan dan menyebarluaskan semangat inovasi dan membantu memberikan sumbangan sosial," pungkasnya.(adv)
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: M.Huldi