"Festival ini untuk meningkatkan daya kreativitas para pelaku seni film di Kukar, agar bisa menjadi salah satu daerah yang punya daya saing dengan daerah lainnya dalam bidang perfilman," kata Wiyono, yang juga merupakan Ketua Kekraf Kukar kepada Korankaltim.com, Selasa (21/7/2020).
Diketahui, terselenggaranya festival ini merupakan gagasan dari Ketua Kekraf Kukar Wiyono dan tim Kekraf yang menyerap aspirasi dari para pelaku seni perfilman lokal. Dari diskusi dan saran dari para sineas itu, gagasan tersebut akhirnya disampaikan kepada Bupati Kukar Edi Damansyah.
Wiyono mengungkapkan, festival ini mendapat tanggapan sangat positif dari bupati. Pada akhirnya, bupati menginginkan festival ini untuk segera dilaksanakan. Selain itu, diharapkan pula dapat membantu para pelaku seni yang terdampak pandemi Covid-19.
Karena semua sektor ekonomi mulai pindah ke platform digital untuk menawarkan produk mereka, dan film adalah salah satu media digital paling ampuh untuk menyampaikan sesuatu kepada masyarakat.
Kini, pengumpulan materi film pendek Mahakam Pride sudah mendekati batas akhir, yakni pada 25 Juli 2020 mendatang. Wiyono berharap even kali ini menjadi daya lecut industri perfilman sebagai salah satu sektor pemutar roda ekonomi di Kukar.
"Dengan diadakannya festival film pendek Mahakam Pride ini diharapkan dapat membantu pergerakan ekonomi kreatif dari sektor film," demikian Wiyono. (ADV)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: M.Huldi