Tim Penggagas Mahakam Pride, Dhimas Prawira menceritakan, Mahakam Pride merupakan kali pertama festival film pendek yang diselenggarakan oleh Kekraf Kukar. Ini merupakan wujud komitmen Pemkab Kukar atas terpilihnya Kukar menjadi empat besar dari 10 Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif.
Sebelumnya festival ini didiskusikan dengan Bupati Kukar Edi Damansyah untuk segera dilaksanakan. Selain itu, banyak sineas di Kukar yang kehilangan job pasca pandemi Covid-19 masuk ke 'Bumi Etam'. "Akhirnya, udah sempat ngobrol dengan bupati, beliau sepakat dan dibuatlah Mahakam Pride ini," kata Dhimas kepada Korankaltim.com, Sabtu (18/7/2020) tadi.
Keberadaan Kekraf Kukar sendiri menjadi wadah bersinerginya Pemkab Kukar dengan para insan kreatif. Mahakam Pride difasilitasi oleh pemerintah untuk menunjukan bahwa Kukar, dengan andalan seni pertunjukannya, memanglah kabupaten kreatif.
Animo sineas ini cukup tinggi, bahkan kaget. Ditengah waktu pendaftaran dan penyerahan materi yang mepet, para sineas berpacu dengan waktu untuk menggarap film terbaiknya. Kekraf pun maklum akan hal itu. Karya-karya tahun 2018 diperbolehkan untuk mengikuti festival ini. Informasi terkahir bahkan, sineas dari pesisir sudah mempersiapkan tahapan akhir penyelesaian filmnya.
Dhimas menyarankan agar para sineas segera menyelesaikan karyanya. Festival ini rencananya akan terus berkelanjutan dan tentunya dengan konsep-konsep yang berbeda.
"Kalau tahun ini kita buktikan ke masyarakat luas, bahwa Mahakam Pride dengan sineasnya bisa berkarya dan menghasilkan sesuatu, kedepannya pasti akan didukung," pungkasnya. (adv)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur