Peserta camping, Ely Fitriana dan Oktavia, merasa lebih lega saat bisa kembali menikmati suasana terbuka. Selama tiga bulan terakhir, mereka mengaku hanya berdiam diri di rumah menghindar dari penularan Covid-19.
"Terakhir saya ke (pantai) Biduk-biduk, itu pun tiga bulan lalu sebelum pandemi Corona. Bosan di rumah, Mas," kata Ely kepada Korankaltim.com
"Kalau sekarang ya banyakin jalan, banyakin liburan ya kan. Namun, tetap harus pakai masker," imbuhnya lagi.
Panitia diketahui juga menerapkan protokol Covid-19 selama kegiatan berlangsung. Kapasitasnya pun hanya diperbolehkan 50 persen dari jumlah wisatawan maksimal.
Pengelola Panrita Lopi, Ahmad, mengaku sangat kesulitan ketika objek wisata ini ditutup untuk sementara waktu pada Maret 2020 lalu.
Dia mengapresiasi langkah Pemkab Kukar membuka relaksasi terhadap objek-objek pariwisata ini.
"Alhamdulilah, jadi roda ekonomi bisa jalan kembali," kata Daeng Lompo, sapaan akrabnya.
Selama belum memasuki fase relaksasi, dia hanya melakukan beberapa pengembangan-pengembangan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung. Belum lagi karyawan yang harus digaji.
"Tapi setiap musibah itu tetap ada hikmah di baliknya," sebutnya.
Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar Thauhid Afrilian Noor meminta agar para wisatawan dibuatkan formulir khusus terkait dengan data identitas sebelum memasuki objek wisata. Hak itu agar mempermudah proses tracing.
"Nanti akan kita sosialisasikan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat dapat mengerti hak ini," pungkasnya. (ADV)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: M.Huldi