Pemkab Kukar saat ini membutuhkan tenaga di bidang gizi, bidang planologi kota dan desa, teknik industri, bidang kesehatan, dan bidang desain.
"Dari program pengembangan SDM ini, total sudah ada 22 orang yang dibiayai, sekarang tinggal membiayai sisanya 13 orang," kata Supriyanto.
Di Universitas Indonesia, kata dia, ada peluang bagi masyarakat yang ingin sekolah vokasi. Pemkab bahkan dapat membiayai sampai Rp184 juta per tahun. Sejauh ini belum ada peminatnya.
Sama halnya untuk Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ), tahun ini dialokasikan anggaran pembiayaan penuh untuk 17 orang. Baru ada tiga orang yang mendaftar untuk mengambil pembiayaan ini.
Di 93 perangkat daerah termasuk BLUD, Pemkab Kukar seharusnya memiliki tenaga akunting, minimal ada dua. Namun hal tersebut belum terpenuhi sehingga ada peluang besar masyarakat untuk menjadi tenaga akunting dan disekolahkan terlebih dahulu di UI.
"Kemudian tau enggak Sarjana Geologi? Kita (Pemkab) itu hanya punya satu dan hampir pensiun. Kita membutuhkan sarjana geologi," pungkasnya. ( Adv)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: M.Huldi