Untuk tahun ini, lanjut Alfian, silaturahmi di bulan Ramadan itu terhenti akibat penyebaran Covid-19. Jadi, bantuan yang seharusnya disalurkan pada acara silaturahmi tersebut kini dialihkan untuk masyarakat yang terdampak Covid-19.
"Seharusnya memang dilakukan penyerahan saat Ramadan itu, tapi memang karena beberapa hal maka kita mencoba memberikannya di lain waktu, mungkin saat inilah waktunya," kata Alfian kepada Korankaltim.com.
PHM, kata Alfian, belum dapat hadir saat penyaluran bantuan karena kondisi dan kebijakan perusahaan belum memungkinkan untuk melakukan perjalanan tugas. Bantuan ini menjadi titipan kepada DLHK Kukar untuk disalurkan kepada warga.
"Penerimanya memang dari kalangan tidak mampu dan dari pekerja informal yang pendapatannya terdampak akibat Covid-19," sebutnya
Total penerima bantuan ini sebanyak 100 orang. Alfian berharap, kegiatan penyaluran bantuan ini akan berkelanjutan mengingat kondisi perekonomian saat ini masih terganggu.
"Kita harapkan seluruh kalangan dunia usaha, walaupun sebagian sudah ada berpartisipasi, saya kira dapat memprioritaskan kegiatan bantuan di tengah pandemi ini," ujarnya.
Seorang warga, Mastah berusia 67 tahun, sangat bersyukur menerima bantuan ini. Dia sehari-harinya hanya menjahit tas sederhana. Selama pandemi ini, pendapatannya sangat menurun. Sebelumnya, dia bisa mendapat Rp120 ribu per hari. Kini, berapapun upah tetap dia terima demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Mudahan bantuannya berlanjut lagi, karena kalau sehari-hari ada jahitan, ada yang dapat dimakan, kalau enggak ada jahitan, nggak ada juga yang dimakan," harap nenek Mastah. (ADV)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: M.Huldi