Skemanya, para penerima mendapat Rp250 ribu selama tiga bulan terhitung April hingga Juni 2020. Bantuan per bulan itu akan disalurkan sekaligus dihitung sejak April.
"Ini sifatnya stimulan saja, jangan diharapkan itu sebagai penyelesaian masalah ekonomi," kata Hadi kepada media.
"Kita harus bersama-sama menghidupkan kembali ekonomi kita dengan bercocok tanam, dan bekerja sambil memperhatikan protokol kesehatan," imbuhnya.
Pemprov Kaltim, kata Hadi, optimistis akan perbaikan ekonomi setelah relaksasi pengetatan sosial ini. Pihaknya juga berterimakasih kepada Bankkaltimtara yang sudah memberikan relaksasi pembayaran angsuran kredit. Hal itu dianggap salah satu upaya menumbuhkan kembali perekonomian setelah terdampak pandemi.
Mengingat pandemi ini belum diketahui kapan berakhirnya, Hadi menyebutkan pemerintah pusat pun telah melakukan pencadangan sampai akhir tahun.
Kepala Dinsos Kukar Didi Ramyadi menyebutkan, calon penerima bantuan ini awalnya didata sebanyak 3.531 Kepala Keluarga. Sejumlah calon penerima tersebut kemudian diverifikasi agar tidak terjadi tumpang tindih dengan bantuan lainnya. Hingga akhirnya tersisa 902 warga sesuai penyisiran pihaknya untuk mendapat bantuan ini.
"Mereka ini memang belum pernah terima bantuan sama sekali dari mana-mana, jadi kami tidak pernah mengusulkan nama-nama ini. Jangan sampai tumpang tindih dengan bantuan lain," ujarnya.
Selain itu, ada sebanyak 150 paket Hazmat untuk Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Kemudian ada 178 ton cadangan pangan untuk Se-Kaltim. (ADV)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: M.Huldi