"Kami memperjuangkan sejak 2020, dan setelah kunjungan pak Bupati pada 2017 itu kami kembali ajukan proposal pemasangan jaringan listrik ke PLN pada 20 Desember 2017, dan prosesnya berlanjut terus hingga listrik dialiri," kata Arsad kepada korankaltim.com, Ahad (21/6/2020) tadi.
Perjalanan listrik teraliri ke dusun tersebut memang cukup panjang. Setelah proposal diajukan pada 2017, PLN baru melakukan pengecekan ke dusun pada 14 Maret 2019.
Lalu, pada 24 April 2019 dilakukan pemasangan tiang pertama. Dilanjutkan dengan pemasangan tiang lainnya, diantararanya tiang 13 meter sebanyak 80 tiang, dan tiang 9 meter sebanyak 27 tiang.
"Selesai pemasangan tiang dan instalasi listrik pada 17 Januari 2020. Pemasangan listrik ini menggunakan dana APLN (Anggaran PLN) dan PMN (Penyertaan Modal Negara)," ungkapnya.
Dusun Masaping terdiri dari dua RT, yakni RT 12 dan RT 13. Dari sekitar 100 KK (Kepala Keluarga) yang bermukim di dusun tersebut, terdapat sekitar 48 pemohon yang ingin rumahnya dialiri listrik, dan seluruh rumah pemohon telah terpasang listrik.
Dengan telah teralirinya listrik di dusun tersebut, maka tidak ada lagi dusun di Desa Loa Duri Ulu yang belum teraliri listrik. "Sudah tidak ada, semua sudah teraliri listrik. Harapan kami, tinggal akses jalan kurang lebih 5 Km yang belum di aspal, semoga segera di aspal dan juga sarana air bersih,"harap Arsad.
Untuk kebutuhan air bersih, selama ini warga menggunakan air gunung yang ditampung terlebih dahulu. Namun, air gunung tersebut tidak terus menerus terdapat air, karena jika kondisi sedang kemarau, maka air akan mengering, membuat warga kesulitan memperoleh air bersih. "Karena sudah ada listrik, kami berencana membuat sumur bor melalui dana desa," pungkas Arsad. (Adv)
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur