“Progresnya sekarang, material sudah masuk semua. Belum lama ini saya sudah melakukan peninjauan dan sudah ada tiang-tiang terpasang,”sebut Arianto.
Menurut dia, jembatan ini akan didesain sebaik mungkin dan bisa jadi objek wisata.
“Ibaratnya Muara Wis daerah terpencil, namun dengan adanya jembatan yang unik, bisa menarik warga Kukar lainnya dan daerah luar, “katanya.
Jika jembatan sudah terbangun, geliat ekonomi masyarakat akan tumbuh.
“Perekonomian masyarakat lebih terbantu. Kan selama ini warga hanya bisa mengangkut hasil pertanian dan perikanannya hanya pakai motor dan perahu. Kalau jembatan sudah jadi, bisa pakai mobil untuk mengangkutnya,”katanya.
Sekretaris PU Kukar, Budi Harsono membenarkan pembangunan jembatan sepanjang 20 meter dengan lebar 9 meter itu.
“Sudah mulai dibangun jembatan dengan tahun anggaran 2020. Total anggaran Rp14 miliar dengan nilai kontrak Rp 12.876.157.000 mulai 23 April 2020,”kata Budi. ( Adv)
Penulis: Sabri
Editor: M.Huldi