Kukar diwakili Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunam Daerah (Bappeda) Kukar Wiyono didampingi perkumpulan sinergitas Akademisi, Bisnis, Communities, Pemerintah serta Media (ABCGM) Kukar.
Wiyono menyebutkan, ada beberapa progres KaTa Kreatif pada 2019 lalu yang sukses dilaksanakan. Mulai dari Festival Kota Raja (FKR) yang didalamnya ada kegiatan screening film, pembentukan Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kukar, workshop penguatan dan pengembangan seni pertunjukan, Erau yang bertepatan dengan ulang tahun Kota Tenggarong, The Internasional Folks Art Festival (Tifaf) 2019, hingga penerimaan plakat KaTa Kreatif 2019 di Surakarta pada 5 Oktober 2019.
Kemudian untuk progres KaTa Kreatif 2020, ada perencanaan pembangunan Creatif Hub Kukar. Total anggaran desainnya sebesar Rp34,7 miliar. Tahun ini diawali dengan Rp10 miliar untuk tahap pembangunan awal. Kemudian, tersedia Sekretariat Ekraf Kukar.
Ada juga upaya meningkatkan kolaborasi empat aktor melalui Komite Ekraf dengan event, pendampingan dan pengembangan dalam penguatan City Branding Kukar The Magical Borneo menjadi Kukar Asia Wonder.
"Seharusnya diikuti dengan sosialisasi ke semua wilayah Kukar, untuk pemantapan sebelum launching. Namun, itu tertunda karena Pandemi Covid-19," ujarnya.
Sejak Kukar memasuki status tanggap darurat, seluruh kegiatan dialihkan secara virtual. Mulai dari penguatan seni pertunjukan yang menjadi andalan Kukar, pelestarian kuliner khas lokal, menggali potensi film lokal, dan aktivitas memasuki New Normal, hingga pembuatan album musik kompilasi "Globe Arise"yang melibatkan band-band dari wilayah hulu, tengah dan pantai Kukar. Semua dilakukan secara daring.
"Sampai dengan Juli, ada 3 event yang terlaksana dan 13 event dibatalkan termasuk TIFAF," ungkap Wiyono.
"Alhamdulilah Kukar bukan zona merah sehingga diharapkan aktivitas-aktivitas kita dapat dilanjutkan," pungkasnya. (ADV)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: M.Huldi