Ketua KTNA Kecamatan Samboja, Ardiansyah mengapresiasi pelatihan ini karena sangat bermanfaat, terutama bagi milenial yang berminat menekuni pertanian.
"Yang hadir pada pelatihan pembuatan Bio Tasuke betul-betul pemuda milenial dengan semangat ingin mencari ilmu, kami apresiasi tentunya" katanya kepada korankaltim.com, Kamis (11/6/2020).
Camat Samboja, Ahmad Nurkhalish menaruh harapan besar kepada pemuda agar kelak dapat mengawal sektor pertanian.
Taruna Tani Kecamatan Samboja, M Alwi Dahlan mengungkapkan, kegiatan ini diharapkan menghasilkan pemuda yang mampu mengawal dan mengembangkan sektor pertanian di Samboja.
"Kegiatan pelatihan seperti ini akan kami gelar kembali di kelurahan lain, agar dapat terus menggalang pemuda untuk mewujudkan petani milenial," ungkap Alwi.
Diketahui Dekomposer Bio Tasuke merupakan ramuan dari berbagai campuran cairan tumbuhan serta hewan, yang nantinya dapat mengembalikan unsur hara tanah agar dapat mengembalikan dan menyuburkan tanah, sehingga hasil tanaman dapat maksimal.
Bio Tasuke sendiri diciptakan oleh sekelompok petani dari Bumi Seraiwangi. Kepanjangan dari Tasuke ialah 'Tanah Subur Kembali'.
Kegiatan ini pun berjalan lancar berkat kolaborasi yang baik antara pemerintahan Kecamatan Samboja, KTNA Kecamatan Samboja, Kelompok Tani Bumi Seraiwangi dan Karang Taruna Kampung Lama.
Kepala UPT BPTP Samboja turut hadir mengawal pelatihan ini. Ke depannya akan ada kerja sama lebih lanjut dengan UPT BPTP Samboja. (adv)
Penulis: M. Heriansyah
Editor: M. Huldi