Bahkan, Disdukcapil Kukar juga akan mencoba pola pelayanan Nomor Induk Kependudukan (NIK) ganjil-genap terjadwal untuk menghindari adanya kerumunan.
"Sudah kami sampaikan ide ini ke Pak Dirjen dan jajarannya yang menangani wilayah III. Alhamdulilah direspon baik," sebutnya.
Dia mencontohkan, untuk pelayanan khusus hari Senin itu bagi NIK ganjil, besoknya diperuntukan bagi NIK Genap dan seterusnya.
Ide ini, menurut Iriyanto, merupakan upaya penerapan physical distancing guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Dia menegaskan, hari ini Disdukcapil belum membuka layanan tatap muka. Sebagaimana diketahui, masyarakat yang menantikan pembukaan pelayanan ini cukup banyak.
Iriyanto menganjurkan masyarakat tetap menggunakan layanan online yang sekarang jauh lebih mudah dan transparan.
"Kalau saya bilangnya lebih mudah dari belanja online. Belanja online itu harus mendaftar dan sebagainya, kalau ini langsung bahkan gratis," tuturnya.
Secara periodik, dokumen kependudukan itu disampaikan secara berjenjang ke kecamatan, kemudian secara kolektif ke desa, sehingga masyarakat tahu kapan dokumen kependudukannya selesai dan di mana titik pengambilannya.
"Ini dengan harapan menghilangkan praktik calo dan pungli. Jadi saya harapkan masyarakat punya peran aktif juga melaporkan ke kami atau ke Saber Pungli Kukar setiap ada praktik percaloan," pungkasnya. (ADV)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: M.Huldi