Namun, beberapa inovasi tersebut masih dianggap kurang untuk memenuhi kaidah-kaidah inovasi untuk meningkatkan ekonomi desa sehingga harus dilakukan pembinaan secara kontinyu.
“Saya liat inovasinya masih bisa dan perlu dikembangkan karena belum seluruhnya memenuhi kaidah-kaidah inovasi yang bisa memenuhi kebutuhan desa tersebut.
Disamping itu memang perlu adanya pembinaan terus menerus sehingga bagaimana bisa menyelesaikan masalah yang ada. Inovasi itu sebenarnya bagaimana organisasi dan pemerintah desa bisa mengupayakan percepatan dan berbuat sesuatu yang baru ,” ujar Sekretaris Daerah Kukar Sunggono kepada korankaltim.com.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kukar, Masliana Wati, mengaku akan mendorong inovasi kaum perempuan desa dengan pembinaan intens.
“Kami akan dorong ibu-ibu itu sebagaimana akan kami rekrut bukan hanya pengolahan daur ulang, tapi di Kukar banyak sekali contohnya seperti tenun ulap doyo yang sudah di kirim ke luar negeri. Nah itu yang belum tersentuh. Dengan kebersamaan dan gotong royong kita akan mengangkat nama baik dari desa, kelurahan hingga kecamatan di Kukar,” pungkasnya. (Adv)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : M.Huldi