Mendapati kabar tidak menyenangkan itu, Edi langsung menjenguk bocah tersebut sepulang dinas dari Jakarta. Dalam perjalanan, dia menyempatkan diri membelikan boneka beruang untuk bocah malang tersebut.
Edi memastikan penanganan RSUD AM Parikesit terhadap An dilakukan dengan baik.
“Ananda alhamdulilah kondisinya membaik, saya memastikan bahwa penanganan khusus yang dilakukan Rumah Sakit AM Parikesit berjalan dengan baik ,” kata Edi kepada Korankaltim.com.
Edi mendapati informasi orang tua korban sedang dalam penanganan Polres Kukar. Dia menginginkan hal ini tidak terulang kembali di kemudian hari.
“Kepada seluruh orang tua, dalam situasi kondisi apapun jangan sampai melakukan kekerasan terhadap anak, saya melihat kejadian ini atas kapasitas saya sebagai kepala daerah, terus terang, tidak menghendaki kejadian seperti ini lagi,” ujarnya.
Edi minta kepada Plt Dirut AM Parikesit, Martina Yulianti, agar tidak memulangkan anak tersebut sebelum kesehatan fisik dan mental anak itu benar-benar pulih.
Diketahui, anak tersebut selama ini dirawat oleh neneknya. Namun, dalam beberapa bulan terakhir diambil oleh kedua orangtuanya.
Kasus ini masih dalam penyelidikan Polres Kukar. Kedua orang tua korban diamankan pada tanggal 7 Juli 2019) malam.
“Tadi juga neneknya menyampaikan memang selama ini ananda ini dirawat oleh neneknya, hanya baru beberapa bulan diambil oleh orangtuanya. Saya sampaikan terimakasih kepada semua pihak secara khusus, mari kita menjaga dengan baik kehidupan masyarakat di Kukar,”demikian Edi. (ADV)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : M.Huldi