Sementara ini, masyarakat yang memiliki rumah panggung di dua kecamatan tersebut masih bertahan di rumah masing-masing. Akses dari Dermaga Pulau Pinang menuju Desa Long Beleh Haloq, ketinggian air melebihi tinggi orang dewasa akibat meluapnya Sungai Belayan.
“Di daerah hulu kan lagi kena banjir, jadi ada perpanjangan status transisi 15 hari,” ujar Sunggono dikonfirmasi Korankaltim.
Info dari Pos Komando, masyarakat mayoritas nelayan di desa terdampak banjir masih melaksanakan aktivitas seperti biasa mencari ikan walapun banjir menutupi separuh jalan di desa tersebut.
Selain itu, lanjut Sunggono, penanganan pascabanjir di Kota Tenggarong juga belum rampung. Jika ditotal, status transisi terhitung 22 hari semenjak pasca banjir yang melanda Tenggarong pada awal bulan Juni.
“Kemudian penanganan kota dalam kota itu masih belum tuntas,” pungkasnya. Adv
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : M.Huldi