“Awalnya itu dari hobi suka meracik jamu terus dibagi ke teman-teman, kata mereka enak dan kenapa enggak dijual aja? Kemudian saya posting di FB, sekalinya berlanjut hingga sekarang
Hingga saat ini, terdapat delapan varian jamu yang diproduksinya. Bahkan, saat ini, jamunya itu telah dipasarkan lewat apotek, toko-toko buah tangan di Samarinda dan Tenggarong, hingga keluar pulau seperti Jawa dan Papua.
Kesuksesan Laily ini mungkin menginspirasi kaum wanita di Kutai Kartanegara. Untuk itu Pemkab Kukar dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kukar memiliki program peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (KHP) yang berisi bimbingan manajemen usaha bagi perempuan. Program ini setiap tahunnya dilaksanakan di kecamatan-kecamatan yang mewakili zona Pesisir, Tengah dan Ulu.
“Jadi perempuan itu dikumpulkan, dan diberi bimbingan bagaimana cara manajemen keuangan, pembukuan sampai pemasaran produk, program ini juga bekerjasama dengan Disperindag dan Unikarta,” kata Kepala DPPA Kukar, Aji Lina Rodiah. *Adv*
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : M.Huldi