“Itu program desa kita pernikahan massal itu, bagi yang tidak punya surat itukan mengurus lagi buat sidang isbat, dan kita kombinasikan lagi dengan kegiatan kita. Mereka kan dari berbagai macam suku dan adat nih, jadi nanti mempelainya menggunakan pakaian adat suku masing- masing nanti,” kata Mulkhan kepada Korankaltim.com, Selasa (28/5/2019).
Tujuan dari festival ini, lanjut Mulkan, untuk mendorong ekonomi masyarakat setempat, mengenalkan potensi-potensi desa, membangun kembali rasa kegotong-royongan dan menjadi momen persatuan.
“Karena disana ada berbagai macam suku, dari Banjar, Kutai, Bugis, Jawa, Madura dan Dayak, jadi dari berbagai macam suku itu yang kita filosofikan seraong sebagai pelindungnya. Disitu juga memang ada satu dusun yang melakukan pembuatan kerajinan seraong, satu kampung rata-rata hampir semua ibu rumah tangganya membuat seraong sebagai penghasilan dan kampung ini adalah kampung tertua disana, namanya Selingsing,” pungkasnya.
Tim Pengagas Festival Kampung Seraong setelah hari raya Idulfitri akan mulai melakukan persiapan festival tersebut. (Adv)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : M.Huldi