Tulus mengatakan, Sekolah Ramah Anak pada prinsipnya bertujuan membuat anak merasa nyaman, aman dan menyehatkan serta bersahabat.
“Kita mencoba agar anak-anak ini merasa senang berada di sekolah bersama dengan gurunya. Sebenarnya sekolah ramah anak ini adalah terjemahan dari pendidikan keluarga sehingga semua bisa mengawasi, bisa koordinasi, bisa mengevaluasi serta mencarikan solusinya dengan kearifan lokal," katanya.
"Jika ada hal-hal yang tidak mengenakkan bisa diselesaikan secara kekeluargaan sesuai dengan budaya dan kerukunan setempat,” imbuh Tulus lagi.
Sekolah Ramah Anak ini, lanjutnya, merupakan cikal bakal dari upaya peningkatan taraf Kabupaten Layak Anak (KLA). Satu sekolah mewakili SD dan SMP mewakili pendeklarasiannya di Kukar, namun akan terus diupayakan implementasinya ke sekolah-sekolah lainnya.
“Ini akan kita percepat programnya ke sekolah-sekolah berikutnya, walaupun dalam kesempatan ini baru piloting SMP ada satu sekolah, satu SD, tapi ke depannya sambil jalan kita akan terus tularkan ke sekolah-sekolah lainnya,” pungkasnya. (Adv)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: M.Huldi