Apalagi di era SPBE seperti sekarang ini tentu saja sangat dibutuhkan para prakom yang handal, kreatif dan inovatif guna mewujudkan penyelenggaraan pemerintah yang berbasis digital.
“Diantara kunci keberhasilan SPBE ini ada ditangan para japung prakom ini, jadi jangan berkecil hati, peranannya sangat vital sekali lho,” lanjut Faisal bersemangat.
Sementara itu Kepala Bidang Aptika yang juga ketua panitia Normalina mengatakan penyelenggaraan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pejabat fungsional pranata komputer,
“Harapan lain dari kegiatan ini adalah memacu produktivitas para prakom di Kaltim,” ucap Normalina dalam laporanya.
Dengan meningkatnya kompetensi dan produktivitas maka akan menghasilkan output yang baik guna mendukung peningkatan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di lingkungan pemerintah daerah,
“Kegiatan ini dilaksanakan secara hybride, melalui offline terbatas serta juga melalui online dengan narasumber dari BPS Provinsi Kaltim,” lanjutnya.
Saat ini jumlah japung prakom di Kaltim terus bertambah dan diharapkan beberapa kota yang memang jumlah sudah cukup banyak, untuk dapat mempersiapkan diri melakukan penilaian DUPAK japung prakom ini secara mandiri,
“Untuk efektivitas dan efisiensi maka kami terus mengharapkan agar Pemda yang japung prakom nya sudah cukup banyak untuk bisa melakukan penilaian secara mandiri, tentu kami tetap memonitor dan melakukan bimbingan,” ucap Normalina.
Nara sumber utama pada workshop ini adalah Plt Kepala BPS Provinsi Kaltim Nur Wahid serta narasumber lain dari BPS dan Diskominfo Kaltim. (*/kk)