"Untuk lab-lab yang belum memasukkan data ke NAR (New All Record), mulai 12 Juli 2021 hasil swab PCR atau antigennya tidak berlaku untuk penerbangan atau perjalanan," ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin.
Adapun 23 laboratorium tersebut tersebar paling banyak di Balikpapan yakni 11 laboratorium di RS Pertamina, RSUD Kanujoso, RST Hardjanto , RS Beriman, laboratorium Indika Solidarity, laboratorium RS Siloam, laboratorium Klinik Juanson, Klinik Karunia Medical Center, laboratorium Pramita, Klinik Khatulistiwa, Klinik Tirta Medical Center.
Selanjutnya ada 5 laboratorium di Samarinda yakni RSUD AW Syahranie, laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) Provinsi Kaltim, Labkesda Kota Samarinda, laboratorium FK Unmul, Klinik Sekata. Sedangkan di Bontang yakni laboratorium RS Pupuk Kaltim dan Labkesda Kota Bontang.
Untuk di Berau, Paser, Kutai Kartanegara, Kutai Timur dan Kutai Barat masing-masing 1 laboratorium yakni laboratorium Klinik Tirta Berau, laboratorium RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot, laboratorium RSUD Aji Muhammad Parikesit, laboratorium RSUD Kudungga Sanggata dan laboratorium Klinik Permata Husada di Kutai Barat.
Faisal menjelaskan, untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi mengenai laboratorium yang sah dan diakui hasilnya oleh pemerintah, baru-baru ini telah dipublikasikan daftar laboratorium pemeriksa Covid-19 di http://www.litbang.kemkes.go.id/laboratorium-pemeriksa-covid-19/
“Didalamnya ada 742 laboratorium pemeriksa yang berada di bawah pengawasan Kemenkes yang tercantum di KepMenKes RI Nomor HK.01.07/Menkes/4642/2021 tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pemeriksaan Covid-19” lanjutnya.
Data dari hasil pemeriksaan swab PCR/antigen tersebut akan masuk dalam data New All Record atau NAR yang terkoneksi dengan aplikasi PeduliLindungi. Sehingga data-data bisa lebih terintegrasi dan dapat memberi rasa nyaman dan aman kepada penumpang.
Sumber: Diskominfo Kaltim
Editor: Maruly/korankaltim.com