Senin, 12/04/2021
Senin, 12/04/2021
Proses pemantauan hilal di menara Masjid Baitul Muttaqien Islamic Centre Samarinda untuk melihat ketinggian hilal di langit Samarinda (Foto: Permata/korankaltim.com)
Senin, 12/04/2021

Proses pemantauan hilal di menara Masjid Baitul Muttaqien Islamic Centre Samarinda untuk melihat ketinggian hilal di langit Samarinda (Foto: Permata/korankaltim.com)
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Samarinda menjadi salah satu daerah yang melakukan Sidang Rukiyatul Hilal untuk memantau apakah hilal, atau bulan sabit muda sudah terlihat. Pantauan hilal tersebut digunakan untuk melihat apakah 1 Ramadan jatuh pada besok, Selasa (13/4/2021) atau tidak.
Hasilnya, ketinggian hilal di Samarinda, terlihat pada 3,99 derajat. Menurut Kabid Bina Masyarakat (Binmas) Kementerian Agama (Kemenag) Wilayah Kaltim, Samudi, berdasarkan kesepakatan yang ada, ketinggian hilal diatas 3 derajat bisa menandai di mulainya bulan Ramadan.
“Namun masih harus menunggu Sidang Isbat di Jakarta. Dari daerah tidak bisa semena-mena menentukan,” ujar Samudi di Masjid Baitul Muttaqien, Islamic Centre Samarinda. Sejumlah kendala pun diakuinya terjadi selama proses pemantauan.
Mulai dari cuaca mendung yang menutupi bulan, hingga keberadaan kawasan perbukitan yang sedikit banyak menghalangi proses pemantauan. “Ya ada bukit di sini. Idealnya memang ini sudah lokasi yang paling tinggi. Tapi cuaca mendung juga,” imbuhnya. Selain di Samarinda, kegiatan Rukyatul Hilal juga dilakukan di Balikpapan dan Berau.
Selain ketiga daerah tersebut, daerah-daerah lainnya juga melakukan Rapat Rukyatul Hilal dengan melibatkan Badan Metereologi, Klimatologi dan geofisika (BMKG), Pengadilan Agama yang bertindak sebagai saksi, dan Perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) yang ada di masing-masing daerah itu sendiri.[]
Penulis: Permata S. Rahayu
Editor : Rusdi
Senin, 12/04/2021
Proses pemantauan hilal di menara Masjid Baitul Muttaqien Islamic Centre Samarinda untuk melihat ketinggian hilal di langit Samarinda (Foto: Permata/korankaltim.com)
TERPOPULER