Senin, 25/01/2021
Senin, 25/01/2021
Andi Seri Intan (jilbab merah) diberi penjelasan oleh petugas Dishub. Namun dirinya bersikukuh enggan diperiksa rapid test antigen saat hendak masuk kota Balikpapan. (Foto: Hendra/KoranKaltim.Com)
Senin, 25/01/2021

Andi Seri Intan (jilbab merah) diberi penjelasan oleh petugas Dishub. Namun dirinya bersikukuh enggan diperiksa rapid test antigen saat hendak masuk kota Balikpapan. (Foto: Hendra/KoranKaltim.Com)
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Pemeriksaan rapid test antigen bagi pelaku perjalanan darat mulai diterapkan di Balikpapan, Senin (25/1/2021). Salah satu lokasinya di posko Km 13 Karang Joang. Tepatnya di jalur tol.
Setiap kendaraan dari arah Samarinda dibelokkan menuju tol kemudian disetop petugas. Pengemudi dan penumpang yang diminta turun diperiksa Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk pendataan dan pemeriksaan rapid test antigen.
Namun ada satu penumpang, seorang ibu yang enggan diperiksa. Dirinya bergegas menjauhi posko menuju mobil yang ditumpangnya.
"Pokoknya saya nggak mau," kata ibu yang diketahui bernama Andi Seri Intan dan merupakan warga Samarinda.
Petugas dari Dinas Perhubungan dan TNI lantas memberikan penjelasan. Tetapi ibu tersebut tetap ngotot tak mau ikut rapid test antigen.
"Biar saja saya pulang. Saya nggak mau diperiksa. Nggak apa-apa saya pulang jalan kaki," ujarnya dengan nada kesal.
Sementara saudaranya, Andi Seri Bulan tetap ikut rapid test antigen. Dirinya mengaku datang ke Balikpapan karena ada keluarga yang hendak menggelar acara pernikahan.
"Tadi saya sudah diperiksa. Kalau saudaraku itu memang keras orangnya," ungkap Andi Seri Bulan.
Di lokasi yang sama, Wali Kota Balipapan, Rizal Effendi mengatakan setiap orang yang melintas akan diperiksa secara acak oleh petugas dari Satgas Penanganan Covid-19.
"Kalau ada yang tak mau diperiksa, ya harus kembali ke asalnya. Tidak bisa masuk Balikpapan," kata Rizal Effendi.
Orang nomor 1 di Balikpapan ini menerangkan pemeriksaan rapid test antigen harus dilakukan karena angka kasus positif Covid-19 terus mengalami peningkatan. Terlebih paling banyak terjadi pada klaster keluarga.
"Supaya masyarakat betul-betul peduli bahwa situasi ini harus dijaga bersama, setiap orang harus memeriksakan diri dan jangan sampai terjadi kontak penularan," tandasnya.
Penulis: Hendra
Editor : Bambang Irawan
Senin, 25/01/2021
Andi Seri Intan (jilbab merah) diberi penjelasan oleh petugas Dishub. Namun dirinya bersikukuh enggan diperiksa rapid test antigen saat hendak masuk kota Balikpapan. (Foto: Hendra/KoranKaltim.Com)
TERPOPULER