Rabu, 28/10/2020
Rabu, 28/10/2020
Mahasiswa tutup jalan dan orang-orangan berbentuk pocong (foto: Claudius Vico/Korankaltim.com)
Rabu, 28/10/2020

Mahasiswa tutup jalan dan orang-orangan berbentuk pocong (foto: Claudius Vico/Korankaltim.com)
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Aliansi Mahasiswa Kaltim Menggugat (Mahakam) kembali turun ke jalan, sama seperti aksi-aksi sebelumnya, mereka menyuarakan tentang penolakan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja, di depan gerbang masuk Universitas Mulawarman.
Berbeda seperti biasanya yang membawa ban bekas untuk dibakar, kali ini mereka membawa keranda dan orang yang didandani seperti pocong, hal itu menandakan bahwa telah wafatnya demokrasi di negeri ini.
Salah satu orator menyampaikan keresahannya, regulasi yang dibentuk oleh pemerintah saat ini merupakan salah satu bentuk penindasan. "Maka dari itu kita suarakan sampai dicabutnya regulasi tersebut, dan Presiden sampai mengeluarkan Perpu," ucap salah satu orator.
Dengan memberhentikan truk mereka menggunakannya untuk menjadi panggung orasi, salah satu mahasiswa yang juga menyampaikan pendapatnya. "Pada rezim saat ini pemerintah tidak berpihak kepada masyarakat," sebutnya. Dengan memblokade jalan sehingga mengakibatkan kemacetan panjang pada bilangan jalan M Yamin.
Penulis : Claudius Vico
Editor : Bambang Irawan
Rabu, 28/10/2020
Mahasiswa tutup jalan dan orang-orangan berbentuk pocong (foto: Claudius Vico/Korankaltim.com)
TERPOPULER