Senin, 12/10/2020
Senin, 12/10/2020
Aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law, di depan Gedung DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Kota Samarinda, memanas, Senin (12/10/2020) malam. (foto: Permata S Rahayu/Korankaltim.com)
Senin, 12/10/2020

Aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law, di depan Gedung DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Kota Samarinda, memanas, Senin (12/10/2020) malam. (foto: Permata S Rahayu/Korankaltim.com)
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Unjuk rasa yang digelar gabungan mahasiswa Kaltim di depan kantor DPRD Kaltim memanas, Senin (12/10/2020) malam.
Pasalnya, usai menerima dan berdialog dengan massa aksi, Senin petang, Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi menolak permintaan mahasiswa untuk menandatangani surat kesepakatan penolakan terhadap Omnibus Law, Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker).
Aparat kepolisian, melalui pengeras suara sudah memperingatkan para demonstran untuk membubarkan diri lantaran waktu menyampaikan pendapat di muka umum sudah habis. "Sudah pukul 7 malam. Silakan pulang ke rumah masing-masing," tegas Kasat Binmas Polresta Samarinda, Kompol Nono Rusmana.
Hingga saat ini Demonstran masih bertahan hingga petugas menyiapkan water Canon untuk menghalau demonstran yang mulai rusuh. Lemparan berbagai jenis benda pun mulai terjadi di depan pintu Gebang Gedung DPRD Kaltim.
Saat berita ini ditulis sekira pukul 19.30 WITA tembakan gas air mata pun sudah mulai ditembakkan dari barisan petugas.[]
Penulis: Permata S. Rahayu
Editor : Rusdianto
Senin, 12/10/2020
Aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law, di depan Gedung DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Kota Samarinda, memanas, Senin (12/10/2020) malam. (foto: Permata S Rahayu/Korankaltim.com)
TERPOPULER