Sabtu, 18/04/2020

BREAKING NEWS: Tambahan 10 Kasus Kaltim Berasal dari Balikpapan, Paser dan PPU

Sabtu, 18/04/2020

Tangkapan Layar rilis virtual, Jubir Penanganan Covid-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak, Sabtu (18/04/2020) petang.

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

BREAKING NEWS: Tambahan 10 Kasus Kaltim Berasal dari Balikpapan, Paser dan PPU

Sabtu, 18/04/2020

logo

Tangkapan Layar rilis virtual, Jubir Penanganan Covid-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak, Sabtu (18/04/2020) petang.

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak, mengumumkan penambahan 10 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per Sabtu (18/04/2020) sebanyak 10 kasus. 

Penambahan itu, kata Andi, berasal dari Kota Balikpapan 1 orang, Paser 2 orang dan Penajam Paser Utara (PPU) 7 orang. Penambahan paling banyak terjadi di PPU, yang kesemuanya berasal dari klaster Gowa.


"Ini yang lakukan perjalanan bersama-sama secara rombongan ke Gowa. Untuk mengikuti acara Ijtima Dunia Zona Asia 2020. Rombongan ini berangkat pada tangal 23 Maret, menggunakan kapal laut. Dari klaster ini, total sudah ada 21 yang positif. Tertularnya kemungkinan besar pada saat di Gowa," ujar Andi dalam rilis virtual, melalui aplikasi Zoom, Sabtu (18/04/2020) petang.


Secara rinci, Andi membeber 7 orang tersebut masing-masing kode PPU5 laki-laki 45 tahun, PPU6 laki-laki 45 tahun, PPU 7 laki-laki 14 tahun, PPU 8 laki-laki 47 tahun,

PPU 9 laki-laki 32 tahun, PPU 10 laki-laki 20 tahun, dan PPU 11 laki-laki 43 tahun. 


"Mereka masing-masing memiliki keluhan demam, batuk, dan pilek. Kasus dirawat di RSUD Aji Putri Bontung Penajam Paser Utara," bebernya.


Dengan adanya penambahan ini, Andi mengatakan PPU belum masuk dalam kawasan zona merah. Pasalnya, kasus terkonfirmasi berasal dari luar daerah atau imported case. 

Namun demikian, ia mengingatkan masyarakat untuk menghindari kegiatan berkumpul. Selain itu, bagi masyarakat yang merasa masuk dalam klaster Gowa untuk kooperatif dan mengikuti anjuran pemerintah, supaya penularan kasus bisa segera dihentikan.


"Jangan merasa sehat khususnya bagi klaster Gowa. Kami minta kerjasamanya untuk dilakukan pemeriksaan. Jangan merasa karena tidak ada keluhan, tidak mau diperiksa. Apalagi masih melakukan aktivitas bersama-sama. Ini yang mengakibatkan masa inkubasinya tidak selesai-selesai. Dan akan terus terjadi penularan. Ini akan tidak bisa terputus dan penularan akan terus terjadi. Patuhi anjuran pemerintah," tegas Andi.


Penulis : Rusdi 

Editor: M.Huldi

BREAKING NEWS: Tambahan 10 Kasus Kaltim Berasal dari Balikpapan, Paser dan PPU

Sabtu, 18/04/2020

Tangkapan Layar rilis virtual, Jubir Penanganan Covid-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak, Sabtu (18/04/2020) petang.

Share

Berita Terkait