Pelayanan Air Bersih di Sangatta Masih Aman
1 menit baca769 kali dibaca
SANGATTA – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tuah Benua memastikan pelayanan air bersih di wilayah Sangatta, Khususnya Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, sejauh ini masih dalam kondisi aman. Bahkan penambahan pelanggan baru di dua kecamatan tersebut pun masih memungkinkan.
“Dengan kapasitas produksi saat ini, kami masih mampu menambah pelanggan baru di dua kecamatan itu. Karena memang masih cukup. Makanya daftar penyambungan baru masih dibuka,” kata Direktur Utama PDAM Tirta Tuah Benua Kutim, Aji Mirni Mawarni, saat menghadiri Rapat Koordinasi di Sekretariat Kabupaten Kutim baru-baru ini.
Untuk wilayah Sangatta Selatan, lanjutnya, dengan kapasitas produksi Intalasi Pengolahan Air (IPA) yang terpasang, diprediksi masih mampu bertahan hingga satu atau dua tahun kedepan. Namun, yang jadi masalah, terbatasnya pipa jaringan distribusi membuat pelayanan air bersih tidak bisa merata ke warga.
“Asal ada jaringan, pasti langsung kami sambung. Persoalannya, yang belum terpasang jaringannya masih banyak. Namun di beberapa wilayah kami sudah mulai membangun jaringan distribusi baru yang bersumber dari pemerintah pusat. Sekarang masih dalam proses uji coba,” ujar Mawar.
Sedangkan untuk Sangatta Utara, sambungnya, mampu melayani warga hingga tahun depan. Namun dengan catatan, pembenahan jaringan IPA Kudungga di Soekarno-Hatta (Soetta) juga perlu dilakukan. Sehingga dapat menambah kemampuan pelayanan air bersih yang disuplay dari IPA Kabo.
“IPA Kabo saat ini kapasitas produksinya 290 liter perdetik. Sedangkan untuk IPA Soetta, 50 liter perdetik. Jadi dengan dua IPA ini, tentu masih cukup,” tutur Mawar.
Sementara untuk tarif penyambungan baru, kata dia, sesuai standar berkisar antara Rp 2,4 hingga Rp 2,8 juta untuk sambungan rumah tangga. Namun jika ada tambahan pekerjaan atau material lain, nilainya bisa bertambah.
“Yang dibayar oleh masyarakat itu acuannya sesuai RAB (Rencana Anggaran Biaya, Red.). Standar harganya yah berkisar antara 2,4 sampai 2,8 juta itu,” ujarnya. (yul1116)










