Destinasi Wisata Unggul Belum Sumbang PAD
1 menit baca559 kali dibaca
SANGATTA – Beberapa tempat wisata yang berada di wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) ternyata belum sama sekali ada yang memberikan kontribusi dalam bentuk Pendapatan Asli Daerah (PAD). Padahal banyak tempat wisata yang menjadi ungulan dan sering mendatangkan wisatawan asing dari luar negri.
Selain itu, tempat wisata di Kutim juga belum banyak yang mengetahui atau kurangnya promosi dari pemerintah kabupaten (pemkab). Seperti baru-baru ini dimana salah satu tempat wisata yang menjadi kebanggan masyarakat Kutim, gua Rock Art yang berada di kawasan Sangkulirang, menduduki peringkat pertama voting di ajang Anugerah Pesona Indonesia (API).
Kasi Pengembangan Objek Wisata Dinas Pariwisata Kutim, Ahmad Rifanie mengatakan, saat ini pihaknya belum mengajukan usulan untuk penarikan retribusi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. “Tahun ini kita akan rencanakan usulan ke Provinsi untuk retribusi, karena Dinas Pariwisata baru terbentuk,” jelasnya.
Diakuinya, tempat wisata yang ada di Kutim memang berpotensi dalam meningkatkan PAD, apalagi banyak turis asing yang datang. Selain itu banyak tempat Wisata yang bagus namun belum diketahui oleh masyarakat.
“Kita disini banyak tempat wisata, seperti Pulau Bira-Biraham yang banyak Penyu nya, Hutan Wahea yang terkenal masih asri dan banyak lagi yang lainnya. Namun sayangnya belum bisa dimanfaatkan,” ujarnya.
Sayangnya, banyaknya tempat Wisata dinilai berpotensi dan ungulan belum juga mendapat tawaran dari investor luar dan belum ada kerja sama dengan pihak swasta. “kita sangat ingin bekerja sama, misalnya ada pihak swasta yang ingin bekerja sama dalam meningkatkan PAD di Kutim, tapi sampai saat ini belum ada investor yang berminat,” tutupnya. (yul1116)










