SPPG di lingkungan Lapas Bontang merupakan bagian dari program nasional yang dijalankan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Dalam pelaksanaan, turut melibatkan sejumlah warga binaan sebagai tenaga kerja. Setelah proyek rampung, para warga binaan juga akan diberdayakan untuk mencuci ompreng program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Lapas Kelas IIA Bontang, Suranto, mengungkapkan progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 30 persen. Lapas Bontang menjadi salah satu dari empat lapas dan rumah tahanan (rutan) di Kaltim yang ditunjuk untuk menjalankan proyek tersebut.
“Pembangunannya sudah berjalan. Kita sudah dikasih model bangunan dan materialnya sesuai arahan pusat,” katanya saat ditemui, Minggu (24/5/2026).
Berbeda dengan sejumlah Lapas lain yang hanya merenovasi bangunan lama, dapur MBG di Bontang dibangun dari nol. Dalam pengerjaannya, pihak lapas memasukkan narapidana sebagai tenaga proyek.
Mereka dikerahkan mengerjakan pekerjaan fisik layaknya kuli bangunan. Mulai dari membantu proses konstruksi hingga pekerjaan kasar lain di lokasi pembangunan.
“Warga binaan yang sudah memenuhi tahapan memang bisa kita keluarkan untuk bekerja di sana,” ujarnya.
Bukan sekadar kerja sosial, para napi tersebut dibayar. Upahnya disebut mengikuti standar pekerja kasar yang berlaku di Kota Bontang.
Suranto memastikan keterlibatan narapidana tak berhenti setelah pembangunan selesai. Saat dapur MBG mulai beroperasi, sebagian dari mereka kembali akan dilibatkan sebagai tenaga operasional.
Salah satu tugas yang disiapkan yakni menjadi pencuci ompreng, wadah makanan yang digunakan dalam distribusi program MBG.
“Hanya tenaga kasarnya, seperti cuci ompreng. Kalau tenaga ahli seperti ahli gizi, itu bukan ranah mereka,” tegasnya.
Ia juga menyebut para napi yang dilibatkan merupakan tahanan lama yang masa hukumannya segera berakhir. Mereka dipilih setelah melewati prosedur internal Lapas.
Di sisi lain, Suranto mengaku tidak mengetahui pasti total anggaran proyek tersebut. Menurutnya, dana pembangunan digelontorkan pusat melalui kerja sama dengan yayasan pelaksana.
“Kita hanya menerima anggaran pelaksanaan. Soal total keseluruhan, itu pihak pusat yang tahu,” katanya.
Selain mengandalkan tenaga narapidana, Lapas Bontang juga membuka peluang memasok hasil ketahanan pangan lapas seperti sayur dan ikan ke dapur MBG.
Editor: Erwin