Kabid Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Bontang, Siti Zulaiha, mengatakan bahwa program ini merupakan prioritas nasional yang bertujuan memotret kondisi riil perekonomian, hingga tingkat daerah.
“Kita harus mendukung kegiatan ini, terlebih karena dilaksanakan 10 tahun sekali. Mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026,” katanya, Rabu (15/4/2026)
Sementara itu, Ketua BPS Kota Bontang, Nurwahid, menegaskan sensus ekonomi ini dilakukan sebagai amanat Undang-undang Nomor 16 tahun 1997 tentang statistik.
“Kami memiliki tiga program besar, yaitu sensus pertanian, sensus penduduk dan sensus ekonomi,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia memastikan semua kegiatan ekonomi akan terdata, termasuk yang berbasis digital.
“Kegiatan ini sangat penting untuk merekam kegiatan ekonomi yang banyak berubah pada struktur atau pola ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Dirinya berharap sensus ekonomi bisa berjalan dengan lancar. Terlebih, hasil pendataan sensus ekonomi ini nantinya akan dijadikan dasar utama dalam penyusunan kebijakan, perencanaan pembangunan secara nasional dan daerah.
Editor: Erwin