Kasus Menurun, Sejumlah Wilayah di Bontang Masih Rawan Karhutla
1 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Rahmadani
KORANKALTIM.COM, BONTANG – Sejumlah wilayah di Kota Bontang masih tergolong rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meskipun jumlah kejadian sepanjang 2025 mengalami penurunan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang mencatat, kawasan Bontang Lestari menjadi salah satu titik yang perlu mendapat perhatian khusus. Beberapa kejadian karhutla pada tahun lalu masih terjadi di wilayah tersebut.
Sejumlah wilayah lain seperti Api-api, Belimbing, Gunung Elai, dan Satimpo juga sempat mengalami kebakaran, meskipun dengan frekuensi lebih rendah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang, Ismail mengatakan bahwa sebanyak delapan kejadian karhutla tercatat selama 2025. Jumlah tersebut mengalami penurunan signifikan dari tahun sebelumnya.
“Penurunan ini menjadi indikasi bahwa upaya pencegahan mulai menunjukkan hasil. Dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 40 kasus, angka ini turun drastis,” katanya, Minggu (12/4/2026)
BPBD menilai keberhasilan ini tidak lepas dari peningkatan patroli, sosialisasi kepada masyarakat, serta kesiapsiagaan tim di lapangan. Kolaborasi dengan berbagai pihak juga dinilai turut berperan penting.
Faktor cuaca yang lebih bersahabat dibanding tahun sebelumnya juga ikut membantu menekan potensi kebakaran. Meski demikian, kewaspadaan tetap harus dijaga.
“Walaupun menurun, kami tetap siaga karena potensi karhutla tetap ada, terutama saat musim kemarau,” tandasnya.
BPBD Bontang berkomitmen terus melakukan yang terbaik bagi masyarakat kota taman. Pencegahan akan terus ditingkatkan agar karhutla dapat dihindari.
Editor: Erwin










