Dikatakan Neni Moerniaeni, impian memberikan seragam gratis, sepatu gratis dan tas gratis ini merupakan impiannya sejak lama. “Ini impian saya sudah lama. Dulu saya adalah ketua GNOTA Bontang, dahulu mencari orangtua asuh untuk 200 anak susahnya bukan main, dan dulu GNOTA bekerjasama dengan PT Badak, untuk pemberian tas dan seragam gratis bagi anak anak kurang mampu,” ujar Neni, yang mengaku sangat sedih melihat anak-anak kurang mampu yang kondisi sepatunya rusak, dan tas yang sudah tidak layak digunakan.
Nah, saat itulah Neni bermimpi, jika ia jadi pemimpin daerah, ia akan memprogramkan pakaian seragam sekolah, tas dan sepatu gratis. Bukan hanya untuk anak sekolah dari kalangan kurang mampu, melainkan seluruh anak-anak sekolah mulai SD hingga SMA, baik negeri maupun swasta, tidak ada yang dibedakan, semua seragam.
“Alhamdulillah mimpi saya terwujud. Program saya adalah seragam gratis, tas dan sepatu gratis untuk seluruh anak sekolah di Bontang. Dan saya yakin itu mampu. Saya hitung-hitung, waktu dulu APBD masih Rp1,8 triliun, sangat mampu untuk memberikan kepada 37 ribu anak sekolah di Bontang. Dan ternyata, APBD Bontang anjlok hanya Rp900 miliar sekian, namun karena keinginan saya harus terwujud, saya upaykan program ini harus terlaksana. Dan, Alhamdulillah, akhirnya terwujud juga,” ujar Neni.
Neni juga mengatakan, kualitas sepatu dan tas yang mereka bagikan bukan kualitas rendah/murahan. “Kualitasnya cukup bagus dan kuat, sehingga anak-anak merasa bangga menggunakannya,” kata Neni.
Seorang murid SDIT Cahaya Fikri, Ahmed Habil mengaku, sangat senang memakai sepatu dan tas pemberian dari Pemkot Bontang. “Sepatu sama tasnya bagus, saya senang sekali. Kan kita harus berterimakasih karena sudah dikasih Bunda Neni, jadi ya harus dipakai terus,” celoteh anak kelas III SD ini.
Hal yang sama juga dikatakan Faisal, siswa kelas 6 SDN 001 Bontang Selatan. Menurutnya, pemberian tas dan sepatu gratis dari Pemkot sangat membantu keluarganya. Karena kebetulan tas miliknya sudah rusak termasuk sepatunya. (cil)