Direktur Manajemen Resiko PKT Teguh Ismartono menjelaskan, seluruh sopir dan awak bus telah melalui proses skrining kesehatan secara ketat, termasuk dipastikan bebas dari penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif.
“Keselamatan dan kenyamanan peserta menjadi prioritas utama. Seluruh pengemudi dan kru telah menjalani pemeriksaan kesehatan sehingga diharapkan perjalanan berlangsung aman dan lancar,” kata Teguh disela-sela pelepasan pemudik kepada Korankaltim.com Rabu (18/3/2026).
Program mudik gratis ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar dan bukti perusahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan produksi semata. "Kami juga berkomitmen mendukung program ketahanan pangan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Teguh lagi.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni yang hadir pada kegiatan itu menyebut apa yang dilakukan merupakan wujud nyata sinergi dan kepedulian perusahaan kepada masyarakat.
Seluruh peserta mudik diminta untuk menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan. Obat-obatan yang memang diperlukan wajib untuk dibawa.
"Selalu jaga kesehatan dan keselamatan selama perjalanan. Bagi yang orang tuanya masih ada, utamakan untuk bertemu. Dan bagi yang telah tiada, jangan lupa mendoakan,” kata Neni.
Editor: Aspian Nur