Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano melalui Kasat Reskrim, AKP Randy Anugrah, mengatakan bahwa telah dilakukan upaya identifikasi korban, tetapi tidak membuahkan hasil.
“Kami telah berupaya mengidentifikasi korban melalui berbagai cara. Namun hingga batas waktu pemakaman, identitas pria tersebut tetap tidak diketahui,” katanya, Kamis (12/3/2026).
Lanjutnya, pemeriksaan dilakukan mulai dari pemeriksaan dan alat retina mata, keduanya tetap tidak dapat menemukan data terkait jenazah yang ditemukan.
Randy pun menyampaikan kemungkinan korban tidak pernah melakukan pembaruan data kependudukan ataupun perekaman identitas sehingga tidak terdeteksi dalam sistem.
“Meskipun dia bukan warga Bontang sekalipun, tetap akan terdeteksi jika sudah melakukan pembaruan data,” ucapnya.
Berbagai upaya telah dilakukan aparat, menyebarkan informasi kepada seluruh masyarakat juga dilakukan dengan harapan ada keluarga atau kerabat yang mengenali korban.
“Hingga proses pemakaman berlangsung, tidak ada satu pun orang yang datang mengaku sebagai keluarga atau kerabat korban,” bebernya.
Dari hasil pemeriksaan, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak berwajib menduga bahwa pria tersebut meninggal akibat serangan jantung, karena saat ditemukan terdapat obat-obat penyakit tersebut di sekitarnya.
Proses pemakaman dilakukan, Selasa (11/3/2026) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pisangan, Jalan HM Ardan.
Editor: Erwin