Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bontang, Amriadi, menegaskan bahwa seharusnya pengadaan mobil pikap bisa mengutamakan produksi dalam negeri terlebih dahulu, demi mendukung industri nasional.
“Kalau kita sebetulnya mendorong produk lokal. Terlebih lagi dengan kondisi Bontang yang jarak antar wilayahnya tidak terlalu jauh,” katanya, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, banyak pengusaha Bontang yang memiliki perusahaan khusus penyedia layanan penjemputan dengan menggunakan mobil bak terbuka.
Oleh sebabnya, ia tidak sepakat jika terdapat pikap impor dari India masuk ke Kota Bontang. Hal ini dapat mematikan pengusaha yang memang sudah sejak lama berkecimpung dibidang penjemputan.
“Saya rasa kalau untuk masuk ke sini sih kami tidak setuju sebetulnya, karena masih banyak juga pengusaha daerah yang punya dan sudah eksis,” tegasnya.
Dengan jumlah yang sangat banyak tersebut, Kadin Bontang sejalan dengan Kadin Pusat yang juga menyatakan keberatannya terhadap wacana impor mobil bak dari India.
Meskipun begitu, Amriadi mengatakan tetap mendukung Program Kopdes Merah Putih karena memperkuat ekonomi pedesaan dan sapat meningkatkan ekonomi masyarakat.
Editor: Erwin