“Tadi hanya sosialisasi Narkoba saja, karena kebetulan apel pagi disana,” ujar Basri saat dihubungi Selasa kemarin.
Namun demikian, sudah banyak murid SMP yang tertarik unutk menjadi Satgas Anti Narkoba di sekolah. Oleh sebab itu, Basri meminta kepala sekolah dan guru untuk memfasilitasinya. Dia juga menyatakan bahwa jumlah Satgas Anti Narkoba di sekolah itu tidak terbatas, tergantung berapa banyak murid yang mendaftar.
“Saat sosialisasi, sudah banyak yang mau mendaftar tetapi saya minta difasilitasi oleh kepala sekolah dan gurunya,” jelas Basri.
Saat ini, sudah sebanyak 17 SMK dan 16 SMA yang sudah memiliki Satgas Anti Narkoba di sekolah. Sementara untuk SMP baru 6 sekolah dan akan terus bertambah sambil pihak BNK Bontang melakukan sosialisasi. Targetnya, semua sekolah sudah memiliki Satgas Anti Narkoba masing-masing. “Lebih cepat lebih baik jika semua sekolah sudah ada satgasnya, tetapi itu semua tergantung dari mereka,” ungkapnya.
Menurutnya, usia sekolah menjadi kelompok usia yang paling rawan terkena dampak penyalahgunaan Narkoba. Oleh sebab itu, memerangi Narkoba bukan hanya tugas pemerintah, namun seluruh elemen masyarakat termasuk para siswa dan siswi.
“Anak-anak di Bontang yang keren, cantik dan ganteng adalah anak-anak yang anti Narkoba. Makanya, ayo buktikan kalau memang kalian ganteng dan cantik dengan cara memberantas Narkoba dimulai dari lingkungan sekolah masing-masing melalui Satgas Anti Narkoba yang telah dibentuk oleh BNK Bontang,” ujarnya. (cil)