Adipura adalah penghargaan bergengsi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indonesia yang diberikan kepada daerah yang berhasil dalam pengelolaan kebersihan, keteduhan dan lingkungan perkotaan secara berkelanjutan.
“Sangat penting, adipura ini mencerminkan kemampuan suatu daerah dalam melakukan tata kelola sampahnya,” ucapnya kepada awak media, Minggu (8/2/2026).
Sebagai informasi, dari 472 kabupaten dan kota di Indonesia, Kementerian LH telah mendapatkan empat daerah dengan nilai kebersihan tertinggi dan Bontang menjadi salah satu di antaranya.
Selain itu, kesadaran masyarakat membuang sampah sesuai dengan pilahannya, sistem pengangkutan ke tempat pembuangan dari awal hingga akhir serta peningkatan nilai ekonomi di dalamnya juga menjadi perhatian hanif.
“Kita harus memastikan bahwa kultur atau budaya mengelola sampah ini memang memadai untuk menjadi negara maju,” terangnya.
Hanif mengaku, saat ini seluruh kabupaten dan kota dalam posisi darurat sampah, tidak terkecuali Bontang. Presiden Indonesia juga telah mendeklarasikan Gerakan Nasional Indonesia Asri untuk perang melawan sampah.
“Jangan sampai kita menetapkan Bontang sebagai kota Adipura tapi ternyata sisi masyarakatnya tidak mendukung,” kata Hanif.
Nantinya hasil penilaian akan dikonfirmasi dalam bentuk berita acara dan di serahkan pada hari peringatan sampah nasional kepada daerah dengan nilai tertinggi. Demikian juga dengan daerah yang mendapatkan nilai terendah akan mendapatkan predikat sebagai kota kotor dan sangat kotor.
“Adipura sebagai simbol peperangan melawan sampah, harus dilakukan penilaiannya dengan sempurna,” pungkasnya.
Editor: Erwin