Batching plant sendiri adalah fasilitas atau pabrik industri yang dirancang untuk memproduksi beton ready mix (beton siap pakai) dalam jumlah besar secara otomatis dan presisi.
Rina, warga setempat mengatakan pembangunan Baching Plant berdampak pada kesehatan, keselamatan dan masa depan anak-anak.
"Pembangunan ini sangat dekat dengan sekolah dan rumah warga, ini ancaman nyata bagi kami," kata Rina Jumat (30/1/2026).
Baching Plant tersebut dimiliki oleh PT Tahta Indonesia Muda. Perusahaan ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi dan tercatat sebagai perusahaan dengan jenis badan usaha Pelaksanaan.
Beberapa alasan dasar masyarakat menolak pembangunan ini yaitu mulai dari polusi debu semen yang berisiko sebabkan gangguan pernapasan, kebisingan mesin dan truk mengganggu kenyamanan dan waktu istirahat hingga lalu lintas truk berat membahayakan keselamatan warga.
"Pembangunan oleh pihak perusahaan dilakukan secara tiba-tiba tanpa ada sosialisasi ke masyarakat, padahal sudah masuk tahap ketiga, di mana logikanya membangun dekat rumah warga dan sekolah SMP 3," tegas Rina.
Warga juga menolak Memorandum of Understanding (MoU), dikarenakan perusahaan tersebut sudah mulai melakukam pembangunan meski belum menyelesaikan perizinan dan tidak pernah melakukan sosialisasi dengan masyarakat sekitar.
"Pembangunan Baching Plant di tengah pemukiman sangat merugikan, karena warga berhak atas lingkungan yang sehat dan aman," sebut Rina.
Warga lainnya yang enggan disebutkan nama juga menyampaikan penolakannya terhadap pembangunan Baching Plant tersebut. Kediamannya merupakan rumah yang jaraknya paling dekat dengan pembangunan dan paling terdampak.
"Jaraknya bahkan tidak sampai 30 meter, dekat sekali. Saya punya anak yang masih berusia empat tahun, apa ada yang bisa menjamin paru-paru anak saya akan tetap sehat," ucapnya.
Akibat kendaraan berat yang terus berlalu-lalang, menyebabkan dinding rumah warga mengalami keretakan. Kebisingan kendaraan juga menyebabkan anak-anak tidak dapat beristirahat dengan maksimal.
Editor Aspian Nur