Sejak menerima laporan warga, ia berulang kali mencoba menghubungi instansi teknis agar segera menurunkan alat berat. Namun upaya tersebut tak membuahkan hasil.
“Saya sudah mencoba menghubungi sampai kurang lebih 20 kali, tapi tidak satu pun diangkat. Padahal ini kondisi darurat,” tegasnya saat dikonfirmasi, Senin (19/1/2026).
Akibat lambannya respons pemerintah, warga terdampak harus membersihkan lumpur secara manual. Melihat kondisi tersebut, Joni mengaku tidak tega dan memilih turun langsung membantu warga.
“Saya akhirnya turun tangan, bahkan harus merogoh kantong sendiri untuk membantu biaya pembersihan lumpur di rumah warga. Ini bentuk kepedulian, tapi seharusnya bukan tugas pribadi,” ujarnya.
Ia menilai kejadian ini menjadi alarm serius bagi Pemkot Bontang untuk memperbaiki sistem respons bencana dan koordinasi antar OPD, khususnya BPBD dan DPUPRK.
Menurutnya, penanganan longsor tidak boleh bersifat reaktif dan parsial, tetapi harus menyentuh sumber persoalan di bagian hulu.
“Kalau hulunya tidak ditangani, bencana ini akan terus berulang. Jangan tunggu korban dulu baru bergerak,” pungkasnya.
Editor: Erwin