Diketahui bencana banjir dan longsor yang terjadi pada Kamis (15/1/2026) lalu, berdampak pada sejumlah rumah warga akibat jebolnya tanggul serta aliran air dari bekas tambang pasir yang langsung mengarah ke pemukiman.
Danramil 01/Loktuan Kodim 0908/Bontang Kapten Arhanud, Jhon Bay mengatakan, Kodim berperan aktif tidak hanya dalam pemulihan fisik rumah warga, tetapi juga menginisiasi langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“Kami tidak ingin penanganan hanya bersifat sementara. Karena itu, Kodim mendorong pembangunan tanggul yang lebih kuat serta sistem drainase yang memadai,” ujar Jhon.
Kodim 0908/Bontang telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR, BPBD serta pemilik lahan tambang pasir untuk menyiapkan tanggul sementara menggunakan karung berkapasitas besar dan bantuan alat berat.
Dalam upaya tersebut, Kodim juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kota Bontang, Joni Alla Padang, yang turut memberikan bantuan karung berkapasitas satu ton serta dukungan terhadap rencana pembuatan drainase di kawasan rawan longsor.
“Bantuan dari DPRD sangat berarti. Karung satu ton dan dukungan drainase menjadi langkah awal yang penting sebelum dilakukan penanganan permanen oleh dinas terkait,” ucap Jhon lagi.
Sementara Komandan Batalyon Arhanud 7/ABC Letkol Bayu Adiwisuda menyebut pihaknya bergerak cepat setelah menerima informasi dampak longsor yang sudah beberapa kali terjadi di kawasan tersebut.
“Kami mengerahkan personel untuk membersihkan material pasir di rumah warga, melakukan pengecoran lantai untuk meninggikan rumah, serta memperkuat pondasi tembok agar lebih aman,” kata Bayu.
Untuk jangka panjang, Kodim 0908/Bontang bersama Yon Arhanud 7/ABC berencana menginisiasi pertemuan dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk dinas teknis, guna merumuskan solusi permanen penanganan tanggul dan drainase.
“Harapannya, penanganan ini tidak hanya memulihkan, tetapi benar-benar mencegah bencana serupa terulang dikemudian hari,” sebut Bayu.
Editor: Aspian Nur