Peristiwa tersebut terjadi di KM 59 Desa Perangat, Kecamatan Marangkayu, Kamis (8/1/2026) hari ini. Dua truk kecil dilaporkan ambles setelah nekat melintas di jalur darurat yang dibuat tepat di depan kepala truk pengangkut besar yang sebelumnya melintang dan belum sepenuhnya dievakuasi.
Jalur sementara itu terpaksa difungsikan karena hanya tersisa satu lintasan kendaraan. Namun hujan yang mengguyur kawasan tersebut membuat permukaan tanah berubah menjadi becek dan licin, sehingga tidak mampu menopang bobot truk bermuatan batu yang melintas. Akibatnya, satu per satu truk terperosok dan berhenti total, kembali melumpuhkan arus lalu lintas dari dua arah.
Kapolres Bontang AKBP Widho Anriano melalui Kasat Lantas Polres Bontang AKP Purwo Asmadi menjelaskan, kondisi jalan yang belum stabil menjadi faktor utama terjadinya insiden tersebut.
“Jalurnya hanya satu dan itu pun jalan sementara. Karena hujan, tanahnya lembek. Dua truk kecil amblas saat mencoba melintas,” kata Purwo kepada Korankaltim.com hari ini.
Situasi diperparah dengan masih adanya truk trailer bermuatan berat yang belum sepenuhnya berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian sebelumnya. Beban muatan yang berlebih membuat proses penarikan kendaraan membutuhkan waktu lebih lama.
“Evakuasi belum tuntas karena muatannya berat. Sementara kendaraan lain memaksakan lewat jalur darurat, akhirnya terjadi amblas,” jelasnya.
Petugas kepolisian kini terus melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi untuk mencegah antrean kendaraan semakin panjang, sembari menunggu proses evakuasi seluruh truk dapat diselesaikan.
Sebagai informasi, kemacetan di titik yang sama juga terjadi sebelumnya. Sebuah truk pengangkut tiang beton sempat melintang dan menutup total Jalan Poros Samarinda–Bontang KM 59, tepat di depan pemakaman Muslim Desa Perangat, Selasa (7/1/2026). Truk tersebut baru berhasil dievakuasi sekitar pukul 15.00 WITA setelah ditarik menggunakan alat berat.
Editor: Aspian Nur