Warga yang bermukim di kawasan rawan diminta segera melakukan langkah antisipasi guna meminimalisir kerugian.
Berdasarkan data dan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi banjir rob diperkirakan berlangsung pada 3 hingga 7 Januari 2026, dengan puncak pasang air laut terjadi pada 4 dan 5 Januari. Ketinggian air diprediksi mencapai 2,9 hingga 3 meter di atas permukaan laut.
Sejumlah wilayah pesisir diperkirakan terdampak, di antaranya Kelurahan Tanjung Laut, Bontang Kuala, Bontang Baru, Guntung, Tanjung Laut Indah, Berebas Tengah, dan Berebas Pantai.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bontang, Eko Mashudi, mengatakan prediksi tersebut mengacu pada data BMKG dan pengalaman kejadian serupa pada tahun sebelumnya.
“Ini masih bersifat prediksi berdasarkan data BMKG, namun melihat kejadian di tahun 2025, potensi banjir rob di pesisir Bontang cukup tinggi,” ungkapnya, Minggu (4/1/2025).
Ia menyebut, dalam beberapa kejadian sebelumnya, banjir rob sempat mengakibatkan kerugian warga karena kurangnya kesiapan, termasuk barang-barang rumah tangga yang hanyut terbawa air.
“Biasanya tingkat kemungkinan terjadinya bisa mencapai 90 persen. Karena itu masyarakat harus lebih siap,” ujarnya.
BPBD Bontang mengimbau warga di wilayah terdampak untuk memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman serta mengurangi aktivitas luar rumah saat banjir rob terjadi.
Selain risiko genangan, masyarakat juga diminta waspada terhadap potensi bahaya satwa liar, seperti buaya, yang kerap muncul saat air pasang.
“Mitigasi dari masyarakat sangat diperlukan agar semua bisa siaga dan dampak banjir rob dapat ditekan,” pungkasnya.
Editor: Erwin