Salah satu upaya yang dinilai efektif yakni menghadirkan anjing pelacak narkotika untuk memperketat pemeriksaan di pintu masuk pelabuhan.
Hal ini disampaikan Agus Haris menyusul Pelabuhan Lok Tuan yang disebut masuk dalam radar pengawasan Badan Narkotika Nasional (BNN) terkait potensi jalur peredaran narkoba. Meski menekankan pentingnya data yang valid, ia menegaskan pelabuhan merupakan titik rawan yang harus dijaga ketat.
“Pelabuhan adalah salah satu pintu masuk yang paling berpeluang dimanfaatkan untuk penyelundupan narkoba. Karena itu, pengamanannya tidak bisa setengah-setengah,” tegasnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jum’at (2/1/2025).
Ia mengungkapkan, selama ini Pelabuhan Lok Tuan belum dilengkapi alat deteksi khusus narkotika. Kondisi tersebut menjadi celah yang perlu segera ditutup melalui pemenuhan standar keamanan pelabuhan, termasuk pengadaan anjing pelacak dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pemeriksa.
“Saya sepakat, kalau perlu kita siapkan anjing pelacak khusus narkoba, tentu dibarengi SDM yang terlatih. Ini bukan sekadar wacana, tapi kebutuhan untuk pencegahan,” ujarnya.
Menurut AH sapaan akrabnya tersebut, penguatan pengamanan pelabuhan juga akan menjadi syarat utama dalam rencana kerja sama pengelolaan Pelabuhan Lok Tuan ke depan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berencana menata ulang tata kelola pelabuhan dengan menekankan aspek keamanan sebagai prioritas utama.
“Dalam kerja sama pengelolaan nanti, seluruh standar keamanan harus tertuang jelas di dalam MOU. Mulai dari pengawasan barang impor, arus penumpang, hingga material berisiko. Semua harus sesuai aturan,” jelasnya.
Sambil menunggu pemenuhan sarana pendukung, Pemkot Bontang akan memaksimalkan pengawasan manual dengan menyiapkan petugas khusus di pintu masuk dan keluar pelabuhan. Agus Haris juga memastikan akan turun langsung melakukan peninjauan lapangan.
“Awal tahun ini saya akan turun langsung ke Pelabuhan Lok Tuan untuk melihat kondisi riil di lapangan. Kita ingin memastikan pelabuhan ini benar-benar aman dan tidak menjadi jalur peredaran narkoba,” pungkasnya.
Editor: Erwin