Pernyataan itu disampaikan Jamaluddin menanggapi pertanyaan terkait kabar penundaan Porprov yang santer beredar dan menyebut wacana tersebut adalah hoaks dan tidak memiliki landasan yang kuat.
“Saya kira isu itu hoaks. Kalau sampai terjadi penundaan, itu akan bermasalah. Kaltim bersiap menuju PON 2028, otomatis 2027 itu ada BK PON. Kalau Porprov ditunda ke 2027, tentu akan bentrok dan fokus kita akan terpecah,” kata Jamaluddin saat dikonfirmasi Korankaltim.com Selasa (30/12/2025) hari ini.
Porprov merupakan ajang penting, namun prioritas pembinaan olahraga harus tetap mengarah pada level yang lebih tinggi yakni PON. Karena itu ia memastikan tidak ada alasan rasional untuk menunda Porprov. “Nanti tanggal 3 Januari ini akan diputuskan dalam Rakor KONI Kaltim dan saya yakin tidak ada penundaan Porprov,” tegasnya.
Keinginan penundaan hanya datang dari segelintir pihak. Justru jika hal itu dilakukan, akan menimbulkan kerancuan dalam kalender olahraga daerah. “Kalau ditunda, Bontang ini kan juga tuan rumah Popda 2027, masa mau fokus ke tempat lain, sementara kami sendiri tuan rumah? Belum lagi BK PON 2027. Tidak mungkin lebih mementingkan Porprov daripada PON. Semua fokus ke prestasi PON,” ucap Jamaluddin.
Penundaan Porprov akan menjadi preseden buruk bagi pembinaan olahraga, khususnya bagi atlet yang saat ini sedang berada dalam tren peningkatan prestasi. “Kalau itu terjadi, dampaknya sangat buruk. Atlet-atlet Kaltim sekarang lagi naik prestasinya. Kalau ditunda, pasti mental dan psikologis atlet akan down. Persiapan sudah matang, lalu tiba-tiba diubah, itu sangat memengaruhi kondisi atlet,” sebutnya.
Atas dasar itu Bontang menjadi daerah pertama yang secara tegas menolak wacana penundaan Porprov. Penolakan tersebut semata-mata demi menjaga prestasi dan kesiapan atlet.
Terkait kesiapan kontingen Bontang sendiri ditegaskannya sudah sangat matang. Berbagai tahapan, termasuk tes mandiri telah dilalui sehingga saat ini Bontang tinggal menunggu pelaksanaan Porprov. “Kami punya waktu persiapan hampir setahun. Target medali di angka 60-an ke atas itu sangat realistis,” ucapnya.
Kekuatan Bontang terletak pada pembinaan atlet lokal yang dilakukan secara konsisten sejak awal. “Bontang murni menggunakan atlet lokal. Pembinaan kita dari nol dan atlet lokal sekarang lagi tren meningkat. Kami sudah tidak lagi mencari atlet luar, tidak ada LO atau sewa-sewa atlet. Semua dibina sendiri,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur