Komitmen itu ditunjukkan melalui kunjungan kerja Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, ke Pelabuhan Mamuju, Sulawesi Barat. Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan pelabuhan sebagai salah satu syarat utama dibukanya rute pelayaran antardaerah tersebut.
Dalam kunjungan itu, Agus Haris meninjau langsung kondisi dermaga, fasilitas pendukung, hingga aspek keselamatan dan kelayakan operasional pelabuhan.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan standar teknis pelabuhan sesuai dengan kebutuhan kapal penumpang dan kendaraan yang akan melayani rute Bontang–Mamuju.
Selain peninjauan lapangan, ia juga melakukan pertemuan dengan Wakil Bupati Mamuju, Yuki Permana, serta Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Mamuju, Capt Isa Amsyari. Diskusi berlangsung intens dengan fokus pada spesifikasi dermaga, kapasitas kapal, serta kesiapan manajemen pelabuhan.
Menurutnya, pembukaan rute laut ini merupakan aspirasi lama masyarakat, khususnya warga perantau asal Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan yang kini menetap dan bekerja di Kota Bontang. Ketiga provinsi tersebut menjadi daerah asal mayoritas penduduk pendatang di kota industri ini.
“Hari ini saya datang untuk memastikan langsung kesiapan Pelabuhan Mamuju. Dari penjelasan pengelola dan hasil tinjauan lapangan, saya melihat pelabuhan ini sudah sangat siap,” ujar dia, Kamis (18/12/2025).
Ia menjelaskan, Kementerian Perhubungan sebelumnya telah melakukan kajian mendalam terkait rencana pembukaan rute Bontang–Mamuju. Hasil kajian tersebut menunjukkan potensi keuntungan ekonomi hingga 19 persen bagi kedua daerah jika jalur laut ini dioperasikan.
Dirinya menegaskan, manfaat rute ini tidak hanya pada kemudahan transportasi penumpang, tetapi juga pada peningkatan arus distribusi barang. Komoditas hasil pertanian dan peternakan dari kedua wilayah akan lebih mudah dipasarkan, sehingga mendorong pergerakan ekonomi masyarakat.
Saat ini, tahapan lanjutan telah disiapkan. Pemerintah Kota Bontang dan Pemerintah Kabupaten Mamuju akan menandatangani nota kesepahaman sebagai dasar kerja sama.
Selanjutnya, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) akan mengeluarkan rekomendasi keselamatan pelayaran sebelum penetapan rute dilakukan oleh Kementerian Perhubungan.
“Kami berharap seluruh proses ini bisa berjalan cepat dan lancar, sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” kata Agus Haris.
Pemkot Bontang menargetkan rute laut Bontang–Mamuju dapat mulai beroperasi pada tahun 2026. Sejumlah pihak swasta telah menyatakan minat menjadi operator, di antaranya PT Global Indo dan ASDP Balikpapan.
Meski demikian, dia menegaskan seleksi operator akan dilakukan secara ketat. Aspek keselamatan, kondisi fisik kapal, kualitas pelayanan, serta kapasitas angkut menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
Kapal yang saat ini dikaji diperkirakan mampu mengangkut 300 hingga 500 penumpang beserta kendaraan, dan dinilai ideal untuk tahap awal operasional.
Ia menambahkan, pembukaan rute laut Bontang–Mamuju merupakan bagian dari strategi besar Pemerintah Kota Bontang dalam memperkuat konektivitas logistik serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Editor: Erwin