Rina, seorang warga Bontang menyebut sebenarnya pengemudi truk dan pihak perusahaan sudah lama dihimbau untuk menutup bak truk saat mengangkut batu koral. "Sudah berkali-kali mereka diingatkan tapi tetap saja seperti itu," kata Rina kepada Korankaltim.com Kamis (11/12/2025).
Batu koral yang berjatuhan selain membahayakan pengendara lain juga terkena debu yang mengganggu penglihatan. "Harusnya yang melintasi pelabuhan tanjung laut indah dengan membawa koral itu menutup muatannya menggunakan terpal," kata Rina.
Hampir setiap hari warga sekitar Pelabuhan Tanjung Laut harus merasakan perihnya debu dimata dan juga kemacetan yang disebabkan antrian panjang truk dengan berbagai muatan. "Batu yang berserakan dijalan akhirnya harus dibersihkan oleh petugas penyapu jalan. Lurah, RT dan Babinsa juga ikut terlibat," ucap Rina lagi.
Diharapkan masalah ini bisa segera diselesaikan pihak berwenang, jangan sampai ada korban jiwa dari kelalaian beberapa pihak tidak bertanggung jawab.
Editor: Aspian Nur