Sebagai bentuk keseriusan, pemerintah melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) telah melakukan pembongkaran bangunan ilegal yang beberapa hari lalu.
Pada area bekas pembongkaran bangunan ilegal tersebutlah yang nantinya akan dibangun terminal peti kemas
General Manager PT Pelindo Regional 4, Adnan Arifin menyampaikan bahwa pihaknya siap menjadi penanggung jawab kembali untuk pengelolaan terminal peti kemas tersebut.
“Harapan kami, Pemkot mempercayakan kepada Pelindo sebagai suatu badan usaha pelabuhan yang boleh dibilang profesional,” ucapnya. Rabu, (12/11/2025).
Dirinya menyatakan dukungan penuh kepada Pemkot Bontang untuk terus mendorong kemajuan pelabuhan Loktuan sebagai sentral ekonomi.
Diketahui sebelumnya, pelabuhan Loktuan sendiri pernah dikelola oleh PT Pelindo, pada tahun 2021. Sebelum pada akhirnya tanggung jawab pengelolaan diambil alih PT Laut Bontang Bersinar (LBB) yang juga merupakan perusahaan daerah (perusda).
Lebih lanjut, Adnan mengaku pernah berkomunikasi secara lisan dengan Pemkot Bontang mengenai pelabuhan Loktuan. Hanya saja, hingga kini belum ada keputusan resmi.
“Kalau disampaikan secara resmi, kami siap menunjukkan hasil kajian yang mengani secara profesional,” tegasnya.
Ia juga mengatakan, pihaknya telah lama melakukan pengkajian mengenai perencanaan terminal peti kemas saat masih diberi amanah mengelola pelabuhan Loktuan.
Secara kemampuan dan persiapan, PT Pelindo sudah sangat siap untuk menerima amanah dan tanggung jawab pengelolaan terminal peti kemas. Tetapi, semua keputusannya kini berada di tangan Pemkot Bontang, mengenai pihak mana yang akan dipilih.
Editor: Erwin