Bukan tanpa alasan, selama ini masyarakat berolahraga dengan tenang dan senang dengan harus mengeluarkan uang hanya untuk membeli air minum atau makanan saat berolahraga di kawasan tersebut. Nyatanya sekarang, baik itu lapangan sepak bola, lapangan basket dan juga panahan ada tarif tersendiri yang harus dibayar kalau ingin digunakan.
Kondisi itulah yang membuat masyarakat Kota Beriman merasa kurang nyaman. Husni Mubarak, warga Bontang mengatakan kebijakan tersebut justru memberatkan warga dalam berolahraga.
"Fasilitas publik yang dibangun dengan APBD harusnya digratiskan, karena untuk kepentingan bersama juga," kata Husni kepada Korankaltim.com Senin (27/10/2025).
Dengan adanya tarif tersebut bisa membuat masyarakat enggan untuk berolahraga kembali. "Tidak semua orang mampu membayar, kondisi ekonomi berbeda-beda. Takutnya nanti malah stadion jadi sepi," tegasnya.
Senada dengan Husni, Fadil Munawar juga menyampaikan keberatannya kepada pemerintah kota (pemkot). "Harusnya pemerintah bisa meninjau ulang kebijakan itu. Kasihan mereka yang ingin berolaharaga menyalurkan hobi," ujar Fadil.
Kebijakan penerapan tarif sewa lapangan justru bisa menghambat rencana pemkot yang ingin memiliki klub sepak bola sendiri.
Lapangan sepak bola Stadion Bessai Berinta yang tadinya bisa dijadikan tempat melatih bakat terbaik anak muda Bontang, justru tidak bisa dilakukan dengan maksimal karena terkendala retribusi. "Kami berharap peraturannya bisa diubah, jangan ada biaya sewa," tutup Fadil.
Editor: Aspian Nur