Polemik bermula dari program Xpose Uncensored yang tayang pada 13 Oktober 2025. Dalam tayangan tersebut, ditampilkan video seorang santri yang menyalami kiainya dan memberikan amplop. Judul tayangan itu berbunyi, “Santrinya Minum Susu Aja Kudu Jongkok, Emang Gini Kehidupan Pondok? Kiainya Yang Kaya Raya, Tapi Umatnya Yang Kasih Amplop”.
Konten tersebut memicu kecaman luas, terutama dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU), karena dianggap menyesatkan dan merendahkan martabat pesantren.
Menanggapi hal itu, Ketua PC GP Ansor Bontang, Achmad Cholid, menegaskan bahwa pihaknya sejalan dengan sikap GP Ansor Pusat yang mengecam keras tayangan tersebut.
“Sikap kami sama dengan Ansor pusat, kami mengecam tayangan itu karena telah melecehkan kiai,” ujarnya, Selasa (21/10/2025).
Lanjutnya, apa yang ditampilkan dalam tayangan tersebut bukanlah bentuk perbudakan, melainkan bagian dari tradisi dan adab santri kepada guru atau kiai di lingkungan NU.
“Kami menuntut pihak Trans7 untuk secara publik meminta maaf kepada Pesantren Lirboyo,” tegasnya.
Sebagai bentuk solidaritas, GP Ansor Bontang menggelar aksi serentak melalui berbagai platform media sosial untuk menyuarakan kekecewaan terhadap stasiun televisi tersebut. “Tidak ada aksi demo ke jalan, cukup di media sosial saja,” tuturnya.
Cholid menegaskan jika ditemukan pelanggaran hukum dalam tayangan tersebut, pihaknya siap menempuh jalur hukum.
“Ansor dan Banser Kota Bontang sudah melakukan konsolidasi untuk sama-sama melakukan gerakan Jaga Kiai, sesuai instruksi dari pusat,” pungkasnya.
Editor: Erwin