Melalui layanan ini, masyarakat dapat memperoleh tiga dokumen kependudukan sekaligus, yakni Akta Kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA) dan Kartu Keluarga (KK) setelah proses kelahiran, tanpa perlu mengurusnya secara terpisah.
Penerapan program tersebut kembali terlihat pada momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kota Bontang, Minggu (12/10/2025).
Pada momen spesial itu, dua bayi yang lahir tepat di hari peringatan HUT Kota Bontang langsung menerima ketiga dokumen kependudukan tersebut dari Disdukcapil Bontang.
Kepala Disdukcapil Bontang, Budiman, menjelaskan bahwa Si TIO merupakan inovasi pelayanan terintegrasi yang lahir dari komitmen untuk memberikan kemudahan dan kepastian administrasi bagi warga.
“Dengan Si TIO, begitu bayi lahir, tiga dokumen kependudukan langsung kami serahkan. Orang tua tidak perlu repot bolak-balik ke kantor Disdukcapil,” ungkapnya, Minggu (12/10/2025).
Kata dia, dua bayi penerima dokumen di HUT Kota Bontang menjadi simbol pelaksanaan nyata program Si TIO di lapangan. Langkah ini sekaligus memastikan bahwa setiap anak di Bontang memiliki identitas hukum sejak awal kehidupan.
“Akta lahir, KIA, dan KK bukan sekadar dokumen administratif. Ini bentuk perlindungan negara bagi anak, untuk menjamin haknya dalam pendidikan, kesehatan, dan administrasi lainnya,” terangnya.
Inovasi Si TIO disebut Budiman telah menjadi bagian dari program rutin tahunan Disdukcapil Bontang. Selain di HUT Kota Bontang, layanan ini juga diberikan pada momen penting lainnya seperti HUT Kemerdekaan RI dan hari besar daerah, sebagai wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
Selain tiga dokumen kependudukan, Disdukcapil juga memberikan bingkisan khusus bagi dua bayi tersebut sebagai simbol kebahagiaan bersama warga di hari jadi kota.
Pada kesempatan itu, Budiman turut menyampaikan apresiasi kepada RS PKT Bontang yang telah mendukung penuh pelaksanaan Si TIO.
“Kerja sama dengan rumah sakit menjadi kunci agar proses penerbitan dokumen dapat berlangsung cepat dan tepat waktu,” tutupnya.
Editor: Erwin